TOPSHOT - (FILES) Argentina's forward #10 Lionel Messi celebrates scoring his team's second goal during the 2026 World Cup round of 16 football match between Argentina and Egypt at Atlanta Stadium in Atlanta on July 7, 2026. Argentine football player Lionel Messi said on August 31, 2026, he is retiring from international football after leading Argentina to a second successive World Cup final. (Photo by Thomas COEX / AFP)

Messi Pensiun dari Timnas: Saksikan Sebelum Terlambat

Lionel Messi resmi mengumumkan pensiun dari timnas Argentina pada usia 39 tahun. Keputusan ini diambil setelah ia menjalani turnamen terakhirnya bersama La Albiceleste, yang berakhir dengan kekalahan memalukan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Momen itu menjadi penutup yang sangat emosional bagi karier internasional sang megabintang selama lebih dari dua dekade.

Sebenarnya, langkah ini sudah bisa ditebak mengingat usianya yang tidak lagi muda dan kelelahan emosional yang jelas menyertai turnamen terakhirnya. Apalagi, Messi juga baru saja kehilangan sang ayah, Jorge, yang meninggal dunia beberapa pekan setelah Piala Dunia 2026 usai. Semua faktor itu akhirnya mengantarnya pada keputusan pensiun dari tim nasional, sebuah keputusan yang tetap mengejutkan banyak penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Rekor dan Prestasi Messi yang Melegenda di Timnas

Selama membela Argentina, Messi mencatatkan 207 penampilan dengan sumbangan 185 gol atau assist. Sebanyak 35 di antaranya ia bukukan di turnamen-turnamen besar, sebuah rekor yang belum pernah ditandingi pemain mana pun sebelumnya. Ia juga memegang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia putra dengan total 34 laga yang tersebar di enam edisi turnamen.

Enam edisi Piala Dunia itu menjadi keikutsertaan terbanyak bersama Cristiano Ronaldo dan Guillermo Ochoa. Namun yang membedakan Messi dari keduanya adalah perannya sebagai motor utama di balik era keemasan Argentina. Ia memimpin timnya meraih gelar Copa América 2021, Piala Dunia 2022, dan kembali mempertahankan mahkota Copa América pada 2024.

Dengan deretan pencapaian tersebut, hampir tidak ada lagi yang tersisa untuk ia buktikan di level internasional. Meski begitu, pengumuman pensiunnya tetap terasa mengejutkan karena kualitas permainannya masih sangat tampak jelas. Sangat sedikit pemain, bahkan yang jauh lebih muda, yang mampu tampil konsisten seperti Messi di turnamen-turnamen besar.

Kronologi Emosional di Balik Keputusan Pensiun Messi

Piala Dunia 2026 menjadi turnamen yang penuh air mata bagi Messi, baik karena kebahagiaan maupun kesedihan. Di laga pembuka melawan Aljazair, ia mencetak trigol spektakuler yang seolah memutar waktu ke masa jayanya. Ada pula air mata haru saat dua golnya ke gawang Austria membawa Argentina melaju ke fase gugur sebagai juara grup.

Messi juga menjadi penyelamat La Albiceleste lewat gol penyeimbang melawan Mesir. Belakangan terungkap bahwa selama turnamen berlangsung, ia tengah berjuang menghadapi masalah kesehatan sang ayah, Jorge. Beban batin itu jelas sangat memengaruhi permainannya, terutama ketika Argentina harus berjuang keras mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2022.

Beberapa pekan setelah turnamen usai, Jorge meninggal dunia. Messi, yang selama ini dikenal sebagai megabintang paling tertutup dan pendiam, akhirnya memberikan momen langka berupa curahan hati di media sosial. Di dalam unggahan duka itulah ia menulis kalimat yang membuat banyak penggemar terkejut: “Yang saya lakukan hanyalah bermain sepak bola, dan sekarang saya sangat ragu akan melakukannya lebih lama lagi.”

Dampak Pensiun Messi bagi Inter Miami dan MLS

Kabar pensiunnya Messi dari timnas otomatis memicu tanda tanya besar soal masa depannya di Inter Miami. Messi sebenarnya masih terikat kontrak yang dijamin hingga 2028, tetapi kepergiannya dari panggung internasional membuat banyak pihak meragukan ia akan menuntaskan kontrak tersebut. Pasalnya, Messi praktis memegang kendali penuh di Miami, termasuk dalam urusan merekrut atau melepas pemain dan pelatih.

Kontrak yang dijamin pun tampaknya tidak terlalu berarti bagi megabintang di klub tersebut. Musim lalu saja, Jordi Alba memilih mundur dari kontrak tiga tahunnya hanya setelah beberapa bulan, menjadikan final MLS Cup sebagai laga profesional terakhirnya. Jika Messi memilih mengakhiri kariernya pada akhir musim ini, hampir tidak akan ada perlawanan dari pihak klub.

Di atas lapangan, Messi masih menjadi pemain terbaik MLS. Akhir pekan lalu ia mencetak empat gol dan satu assist melawan Montreal, sekaligus memimpin klasemen sementara perburuan sepatu emas liga. Penampilan seperti itu mungkin pernah menjadi sorotan media internasional pada 2023, tetapi kini nyaris tidak lagi menggerakkan perhatian publik karena sudah dianggap rutinitas belaka.

Pesan untuk Penggemar: Saksikan Messi Selagi Masih Bisa

Tiga tahun setelah kedatangannya di Amerika Utara, para pecinta sepak bola di Kanada dan Amerika Serikat hampir terbiasa dengan kehadiran Messi dan semua keajaiban yang menyertainya. Sensasi luar biasa dari rombongan Messi bersama bintang-bintang Eropa yang menua di Miami perlahan memudar seiring berjalannya waktu. Padahal, level permainan Messi di MLS sama sekali tidak menurun, dan ia tetap menjadi pemain yang wajib ditonton.

MLS memang kerap mendapat reputasi sebagai liga pensiun, dan reputasi itu kadang tidak sepenuhnya salah. Namun di sisi lain, reputasi tersebut justru memberi peluang langka bagi penggemar di Amerika Utara untuk menyaksikan kehebatan kelas dunia secara langsung dengan harga yang relatif terjangkau. Bagi pemain seperti Thierry Henry atau David Beckham, momen kehebatan itu kadang hanya muncul sesekali selama berkarier di MLS.

Messi berbeda, ia seolah menghadirkan momen ajaib di setiap kesempatan. Cahayanya mungkin tidak lagi seterang saat berseragam Barcelona atau bahkan beberapa bulan lalu bersama Argentina. Namun sinar yang sedikit redup dan semakin singkat itu tetap layak dinikmati, karena kepergiannya dari panggung dunia adalah pengingat bahwa sebentar lagi semuanya akan hilang selamanya.

Pensiunnya Messi dari timnas Argentina menutup salah satu babak terbesar dalam sejarah sepak bola internasional. Bagi penggemar di Amerika Utara, masih ada kesempatan untuk menyaksikan langsung keajaiban Messi bersama Inter Miami sebelum semuanya benar-benar usai. Jangan menunggu sampai terlambat, karena begitu ia pergi, tidak akan ada lagi pemain seperti dirinya.