Duo Pelatih Lincoln City Siap Buktikan Diri di Championship

Lincoln City memulai petualangan baru di Championship dengan mengusung konsep duo pelatih kepala, Tom Shaw dan Chris Cohen. Keduanya resmi menggantikan Michael Skubala, arsitek di balik 103 poin dan promosi the Imps ke kasta kedua Liga Inggris setelah absen 65 tahun. Ujian pertama mereka sudah menanti: laga pembuka musim melawan Middlesbrough di Riverside Stadium pada Sabtu ini.

Keputusan mengangkat dua pelatih bersama ini bukan tanpa risiko, apalagi mengingat sejarah Liga Inggris yang pernah gagal dengan format serupa. Namun, Lincoln percaya bahwa hubungan personal dan visi sepak bola yang selaras antara Shaw dan Cohen menjadi modal utama. Tugas mereka jelas: membuktikan bahwa the Imps layak bertahan di divisi yang jauh lebih kompetitif ini.

Duo Pelatih Lincoln City yang Saling Melengkapi

Shaw dan Cohen bukanlah nama asing di Sincil Bank. Keduanya adalah asisten setia Skubala yang kemudian dipromosikan dari dalam setelah pelatih asal Inggris itu memutuskan pindah ke Bristol City. Klub menyebut keputusan ini sebagai kelanjutan alami, bukan eksperimen, karena keduanya sudah teruji dalam mengembangkan pemain seperti Jack Moylan yang dijual ke Cardiff dengan rekor transfer klub. Keduanya juga memegang tanggung jawab besar di staf kepelatihan Skubala, sehingga progres mereka pantas diganjar promosi jabatan.

Cohen menjelaskan bahwa duet mereka berbeda dengan kolaborasi Roy Evans dan Gérard Houllier di Liverpool yang dianggap gagal pada masanya. “Perbedaannya adalah kami dibentuk oleh klub sepak bola, sedangkan Evans dan Houllier adalah dua orang yang hanya dipersatukan dan disuruh mengerjakan pekerjaan yang sama,” ujarnya. “Saya dan Tom telah membangun hubungan selama beberapa tahun terakhir, dan klub melihat hubungan kami sebagai sepasang pelatih sekaligus pribadi yang terus berkembang.”

Keduanya bahkan menghabiskan hampir seluruh waktu bersama, mulai dari berangkat ke tempat latihan, pulang, hingga bermain golf di waktu luang. “Mereka memahami bahwa jika format ini mau berhasil dengan dua pelatih mana pun, maka kami adalah kandidat dengan peluang terbaik karena kami melihat sepak bola dengan cara yang sama,” tambah Cohen. Ia menegaskan bahwa perbedaan kecil dalam keputusan dan nuansa tetap ada, tetapi secara prinsip, cara memandang sepak bola dan kehidupan sangat mirip.

Suasana santai pun terasa di sekitar tempat latihan Lincoln, yang sempat diwarnai kelucuan ketika sebuah truk bertuliskan KGB parkir di dekat fasilitas mereka pada Selasa siang. Staf pun bercanda apakah Uni Soviet datang untuk memata-matai skema sepak pojok mereka. Momen ringan itu menunjukkan atmosfer positif yang tengah dibangun menjelang musim baru.

Pembagian Peran yang Jelas di Lapangan

Meski sama-sama menjabat sebagai pelatih kepala, Shaw dan Cohen memiliki fokus yang berbeda di lapangan latihan. Cohen lebih berkonsentrasi pada lini pertahanan, sementara Shaw mengurus aspek serangan. Keduanya jarang terlihat berdampingan di sesi latihan karena sengaja mencari perspektif berbeda, baik saat mengamati sesi yang dibawakan rekan mereka maupun pelatih lain seperti mantan bek Hull City, Paul McShane. Sementara itu, David Preece tetap mengawasi departemen penjaga gawang.

Pembagian peran ini membuat beban kerja terasa lebih ringan. “Kami sampai di penghujung hari dan saling memandang, bersyukur kami saling memiliki,” kata Cohen. “Untunglah ada dua orang untuk menyelesaikan apa yang baru saja kami susun di lapangan latihan atau dalam rencana permainan.”

Sebagai mantan asisten yang sudah lama berkecimpung di dunia kepelatihan, Cohen mengaku ada perasaan berbeda ketika memegang keputusan final. Memiliki dua kepala untuk saling menguji dan menantang dipandangnya sebagai keuntungan besar dalam mengambil keputusan terbaik bagi tim. “Saya sudah menjadi asisten untuk waktu yang lama, jadi saya tahu rasanya memiliki kepercayaan penuh dari manajer. Tapi ada nuansa berbeda ketika Anda yang memegang keputusan akhir dan harus yakin itu keputusan yang tepat,” paparnya. Adapun perdebatan kecil, menurut mereka berdua, hanya terjadi di lapangan golf.

Kesiapan Klub dan Investasi Besar

Lincoln tidak tinggal diam setelah promosi. Klub telah memberikan 14 kontrak baru, dua rekrutan permanen, dan tiga pemain pinjaman untuk menjaga momentum. Perjalanan fantastis ke perempat final Piala FA musim 2016-17 saat masih berstatus klub National League menjadi titik balik tersendiri. Uang hadiah dari turnamen itu diinvestasikan untuk membangun pusat latihan khusus, fasilitas yang sebelumnya tidak pernah mereka miliki.

Fasilitas latihan anyar itu terletak di antara bekas pangkalan Angkatan Udara dan ladang kentang. Kini, dengan pendapatan yang meningkat setelah promosi ke Championship, Lincoln berencana menggelontorkan dana 9 juta pound sterling untuk memutakhirkan stadion dan lokasi latihan. Rencana ekspansi lebih lanjut disebut-sebut bakal menyusul seiring semakin stabilnya posisi klub di divisi dua.

Yang menarik, kabar penunjukan mereka justru diterima saat tengah berlibur. Shaw berada di Yunani dan Cohen di Spanyol ketika keputusan resmi ditetapkan. “Dua atau tiga hari pertama liburan kami sangat sibuk. Kami menandatangani dokumen dan menikmati hari-hari terakhir di kolam renang,” kata Shaw sambil menatap foto dirinya dan Cohen merayakan promosi bersama anak-anak mereka. Momen tersebut menjadi kenangan manis sekaligus titik balik besar dalam karier keduanya.

Tantangan Berat di Kandang Middlesbrough

Laga pembuka melawan Middlesbrough menjadi ujian pertama yang sesungguhnya. Klub asal Yorkshire Utara itu telah menghabiskan lebih dari 20 juta pound sterling untuk rekrutan musim panas, sementara Lincoln hanya mengeluarkan seperempat dari jumlah itu sepanjang 142 tahun sejarah mereka. Angka tersebut menggambarkan betapa beratnya tugas yang dihadapi the Imps di musim ini.

Meski dianggap kandidat degradasi oleh bandar judi, Lincoln menunjukkan perlawanan sengit. Kemenangan 2-1 atas Derby County di putaran Piala Carabao akhir pekan lalu menjadi bukti bahwa mereka layak berada di level ini. Cohen berharap lawan-lawan mereka tetap meremehkan timnya. “Kami berharap diremehkan, kami berharap klub-klub besar di divisi ini meremehkan betapa bagusnya pemain, fans, dan stadion kami,” katanya.

Shaw menambahkan bahwa proses persiapan mereka berjalan matang. Sepanjang pekan, keduanya saling menguji dan menantang ide untuk menemukan rencana terbaik. “Kami akan memiliki ketidaksepakatan kecil sepanjang pekan untuk sampai pada rencana yang menurut kami benar. Lalu pada Kamis dan Jumat, kami sudah sangat sejalan dan mendukung penuh keputusan apa pun yang kami ambil, dengan dukungan semua orang juga,” ujarnya.

Kesimpulan

Kepercayaan Lincoln City kepada duo pelatih Tom Shaw dan Chris Cohen adalah langkah berani yang lahir dari keyakinan pada hubungan personal dan visi sepak bola yang selaras. Kombinasi pembagian peran yang jelas, dukungan klub yang solid, serta semangat para pemain menjadi modal mereka menghadapi kerasnya persaingan Championship. Ujian pertama di Riverside akan menjadi indikator awal apakah formula ganda ini benar-benar berhasil.

Apapun hasilnya nanti, kisah dua sahabat yang berangkat dan pulang latihan bersama ini telah menjadi salah satu narasi paling menarik di awal musim. Jika berhasil, duet Shaw-Cohen bisa menjadi model kepelatihan baru yang layak ditiru klub-klub lain di Inggris. Namun jika gagal, setidaknya Lincoln sudah berani mengambil langkah tidak biasa demi kemajuan tim.