Kekalahan USWNT dari Spanyol dengan skor 0-2 terjadi pada laga persahabatan di Washington DC, Sabtu, dengan dua gol cepat yang bersarang dalam 14 menit pertama. Duel ini menjadi pertemuan pertama dari dua uji coba yang digelar bulan ini, dan hasilnya menjadi pukulan tersendiri bagi skuad asuhan Emma Hayes. Padahal, kedua tim diprediksi bakal menjadi dua kandidat terkuat untuk gelar Piala Dunia Wanita mendatang.
Pertandingan ini punya bobot tersendiri karena kedua negara saat ini menempati dua peringkat teratas ranking FIFA. Spanyol berstatus juara bertahan dan telah memuncaki daftar selama 60 pekan terakhir, sementara AS berada di peringkat kedua dengan modal medali emas Olimpiade Paris 2024. Laga pembuka Piala Dunia di Brasil juga tinggal sekitar 258 hari lagi, sehingga setiap pertemuan menjadi bahan evaluasi penting menuju turnamen besar tersebut.
Jalannya Pertandingan: Dua Gol Cepat Spanyol
Spanyol membuka keunggulan ketika laga baru berjalan tiga menit melalui tendangan keras Patri Guijarro dari jarak sekitar 20 yard. AS tampak kesulitan menata kembali formasi setelah kehilangan bola, sehingga gelandang Barcelona itu dibiarkan memiliki ruang tembak yang cukup lebar. Gol tersebut langsung memberi tekanan psikologis bagi tuan rumah yang bermain di hadapan pendukung sendiri.
Gol kedua datang hanya sekitar 11 menit kemudian sebagai buah dari kesalahan pertahanan berikutnya. Salma Paralluelo mengisolasi Tierna Davidson di sisi kiri dan melepas umpan silang kepada Eva Navarro yang berdiri bebas, lalu menyelesaikannya dengan satu sentuhan sambil berlari. Setelah kemasukan gol kedua, seluruh pemain AS berkumpul di atas kotak penalti selama beberapa menit untuk membenahi permainan.
Ini menjadi kali pertama AS tertinggal dua gol di era kepelatihan Hayes. Meski tampil jauh lebih baik pada babak kedua, Amerika Serikat tetap gagal mencetak gol karena sejumlah peluang tidak bisa dimaksimalkan dan sebuah penalti berhasil digagalkan.
Latar Belakang Duel Dua Kekuatan Utama
Pertemuan Sabtu merupakan yang kelima antara kedua tim dan yang pertama sejak 11 Oktober 2022. Momen itu terjadi sebelum Spanyol menembus puncak dan menjuarai Piala Dunia 2023, sehingga peta kekuatan kedua tim kini jauh berbeda dibandingkan saat itu. Laga ini juga menandai kali pertama AS menjamu tim peringkat satu dunia dalam ranking FIFA di tanah sendiri.
Sejumlah pemain penting harus absen akibat cedera. Bek tengah Naomi Girma dan gelandang Sam Coffey, dua sosok yang paling vital bagi tulang punggung pertahanan AS, tidak bisa tampil. Spanyol juga kehilangan pemain-pemain kuncinya seperti peraih dua Ballon d’Or Aitana Bonmatí, Vicky Lopez, Mariona Caldentey, dan Cata Coll karena cedera, sementara Clàudia Pina dan Mapi León mundur dari pemusatan latihan pada Jumat.
Meski bertajuk persahabatan, duel ini digelar dengan sejumlah catatan. Kedua tim datang tanpa kekuatan penuh, sementara Spanyol sudah memastikan tempat di Piala Dunia dan AS masih harus lolos lewat turnamen regional yang dimulai bulan depan. Kondisi itu membuat laga ini lebih tepat dibaca sebagai ujian ketahanan ketimbang pertarungan sesungguhnya antara dua raksasa.
Kelemahan Lini Tengah dan Peluang yang Terbuang
Koneksi antarlini AS terlihat tidak padu sepanjang babak pertama, mulai dari umpan yang mudah lepas hingga sapuan bola yang terlalu jauh. Rose Lavelle mencoba melepas umpan terobosan kepada Sophia Wilson dan Alyssa Thompson dalam situasi serangan balik, tetapi kedua pemain salah membaca waktu lari sehingga bola keluar lapangan dan memancing keluhan penonton di Audi Field. Upaya terbaik Wilson di babak pertama hanya membentur tiang gawang dan melebar.
Masalah di lini tengah yang dihuni Lavelle, Lily Yohannes, dan Lindsey Heaps selama 65 menit pertama kembali mencuat, persoalan yang sebenarnya sudah ada sejak sebelum era Hayes. Pada babak kedua, AS tampil lebih baik dan lebih tenang setelah menyesuaikan tekanan tinggi mereka, sampai Spanyol tidak menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran. Secara keseluruhan, AS bahkan lebih banyak melepaskan tembakan dengan skor 13-6.
Wilson sempat mengira telah mencetak gol pertama AS pada menit ke-53, tetapi gol itu dianulir karena offside setelah peninjauan video. AS kemudian mendapat hadiah penalti pada menit ke-67 setelah Wilson dilanggar Natalia Ramos di dalam kotak. Eksekutor yang dipilih adalah Yohannes, keputusan yang mengejutkan karena pemain berusia 19 tahun itu belum pernah menendang penalti selama empat musim bersama Ajax dan OL Lyonnes, sementara Wilson yang rutin menjadi eksekutor Portland Thorns punya rekor sempurna 11 dari 11 penalti di NWSL. Adriana Nanclares berhasil menepis tendangan penalti Yohannes, dan AS tetap tidak mampu mencetak gol.
Dampak Kekalahan USWNT dari Spanyol Menuju Piala Dunia
Pelatih AS Emma Hayes mengakui bahwa tertinggal dua gol melawan tim terbaik dunia adalah kesalahan yang mahal. Menurutnya, tim tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, terutama melihat cara mereka kebobolan yang seharusnya bisa dihindari. Baginya, laga ini menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan ke depan.
Penyerang Trinity Rodman menilai pertandingan seperti ini memang akan terjadi, dan ia bersyukur hal itu tidak berlangsung di Piala Dunia. Ia menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari laga tersebut sebelum melangkah ke pertandingan berikutnya. Bagi AS, hasil ini menjadi ujian mental setelah penampilan babak kedua yang jauh lebih menjanjikan.
Hayes sengaja menyusun kalender pertandingan tahun ini dengan menghadapi lawan-lawan elit. AS telah bermain tiga kali melawan Jepang pada April dengan dua kemenangan dan satu kekalahan, serta menjalani dua laga tandang melawan Brasil pada Juni dengan hasil imbang. Artinya, hasil melawan Spanyol ini merupakan bagian dari proses pengujian jelang turnamen besar, bukan sekadar pertandingan biasa.
Kembalinya Pemain dan Situasi Jelang Laga Kedua
Pada babak kedua, penyerang Mallory Swanson dan gelandang Ashley Sanchez masuk sebagai pemain pengganti. Swanson yang absen sepanjang 2025 karena cuti melahirkan kembali tampil untuk pertama kalinya dalam 710 hari. Sanchez dipanggil kembali ke timnas setelah tampil impresif bersama North Carolina Courage di NWSL, dan mendapatkan menit bermain pertamanya sejak Oktober 2023.
Sanchez hampir mencetak gol dari umpan silang pada menit ke-88, tetapi gagal karena terselip saat kakinya menyentuh bola. Spanyol meningkatkan intensitas fisik pada 15 menit terakhir laga dengan melakukan 12 pelanggaran berbanding empat pelanggaran AS. Mereka bahkan harus bermain dengan 10 pemain di masa tambahan waktu setelah Athenea del Castillo mendapat kartu merah karena menarik rambut lawan.
AS masih punya kesempatan memperbaiki masalah penyelesaian akhir pada laga kedua di Chester, Pennsylvania, Selasa. Menariknya, AS belum pernah menjalani dua pertandingan beruntun tanpa mencetak gol sejak Piala Dunia 2023. Catatan itu menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi skuad Hayes untuk bangkit di pertemuan berikutnya.
Gambaran Lebih Besar Menuju Brasil
Dalam waktu kurang dari satu tahun, AS dan Spanyol hampir pasti akan tiba di Brasil sebagai dua kandidat utama juara Piala Dunia Wanita. Spanyol telah memastikan tempat, sementara AS masih harus lolos melalui turnamen regional yang dimulai bulan depan. Kondisi ini membuat setiap pertandingan uji coba menjadi penting, meski kedua tim belum tampil dengan kekuatan penuh.
Duo laga persahabatan bulan ini memang digelar dengan sejumlah keterbatasan. Kedua tim kehilangan beberapa pemain terpentingnya karena cedera, dan laga pembuka di Brasil masih 258 hari lagi. Meski begitu, duel antara kedua tim tetap menjadi tontonan menarik yang memberi gambaran tentang persaingan papan atas sepak bola wanita dunia.
Pertemuan pertama telah memperlihatkan bahwa Spanyol mampu memanfaatkan kelengahan lawan dengan sangat efisien. Bagi AS, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa penampilan babak kedua mereka bukan sekadar kebetulan, melainkan tanda kebangkitan yang sesungguhnya.
Kekalahan USWNT dari Spanyol ini memang bukan akhir dari segalanya, tetapi menjadi pengingat bahwa jarak menuju puncak masih harus ditempuh dengan kerja keras. Dengan laga kedua yang sudah menanti, skuad Hayes punya peluang langsung untuk memberi jawaban atas sejumlah pertanyaan yang muncul di Washington DC.
Semua mata kini tertuju pada pertemuan Selasa di Pennsylvania. Jika AS mampu memperbaiki penyelesaian akhir dan merapikan lini tengah, hasil berbeda bukan hal yang mustahil diwujudkan. Sebaliknya, jika masalah yang sama terulang, tekanan menjelang Piala Dunia akan semakin terasa bagi tim peringkat dua dunia itu.
