Kanada Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026: Tim Tuan Rumah Tembus 16 Besar

Kanada sukses menorehkan tinta emas dalam perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Tim yang menjadi salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko ini berhasil melaju ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah. Prestasi itu diraih setelah mereka mengalahkan Afrika Selatan dengan dramatis pada laga yang berlangsung di Los Angeles. Kemenangan ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kebangkitan sepak bola di Negeri Maple Leaf.

Momen Bersejarah dan Kebangkitan Sepak Bola Kanada

Pelatih Jesse Marsch, yang dikenal dengan gaya komunikasinya yang penuh semangat, langsung memanggil para pemainnya sebagai “pahlawan Kanada” setelah pertandingan. Ia menegaskan bahwa masa depan olahraga ini di Kanada kini berada di tangan mereka. Meskipun Marsch kerap melontarkan pernyataan bombastis, kali ini kata-katanya benar-benar mencerminkan perubahan nyata yang terjadi di negara tersebut.

(COMBO) This combination of file photos creted on June 10, 2026, shows Canada’s US head coach Jesse Marsch in Atlanta, Georgia, on June 20, 2024 (L); and Bosnia-Herzegovina’s head coach Sergej Barbarez in Newcastle-upon-Tyne, north east England on June 3, 2024. Canada and Bosnia and Herzegovina will meet at the Toronto in Tronto on June 12, 2026, during the 2026 World Cup football tournament. (Photo by Charly TRIBALLEAU and Paul ELLIS / AFP)

Seorang suporter yang ditemui BBC Sport sebelum pertandingan mengungkapkan, “Sekarang orang mulai menyebutnya football, bukan soccer. Kanada perlahan-lahan berubah menjadi bangsa sepak bola.” Itulah target yang dicanangkan Marsch sejak ia menangani timnas Kanada dua tahun lalu, sebuah misi yang awalnya dianggap mustahil di negara yang begitu mencintai hoki es.

Perjalanan Tim Kanada di Piala Dunia 2026

Dari Tanpa Kemenangan Hingga Menembus Babak Gugur

Sebelum turnamen ini, Kanada memiliki rekor enam pertandingan dan enam kekalahan di Piala Dunia. Namun, mereka langsung memecah kebuntuan dengan meraih satu poin bersejarah saat bermain imbang melawan Bosnia-Herzegovina. Kemenangan perdana di Piala Dunia pun datang saat mereka menghajar Qatar dengan skor telak 6-0, sekaligus mengamankan tiket ke babak gugur.

Meski kalah dari Swiss membuat mereka kehilangan kesempatan bermain di kandang sendiri di babak 32 besar, para suporter tetap berbondong-bondong ke Los Angeles untuk memberikan dukungan. Suasana stadion terasa seperti laga kandang berkat dukungan besar dari komunitas Kanada. Pertandingan melawan Afrika Selatan berlangsung ketat, namun Stephen Eustaquio menjadi pahlawan dengan golnya di masa injury time.

Dukungan Suporter dan Perubahan Budaya Olahraga

Salah satu yang paling menonjol adalah perubahan atmosfer di tribun. Kapten Kanada, Alphonso Davies, yang biasa bermain di depan puluhan ribu penonton di Bayern Munich, mengaku terharu melihat banyaknya penggemar berbaju merah putih di Toronto pada laga pembuka melawan Bosnia-Herzegovina. “Ini surreal. Saya belum pernah melihat begitu banyak orang Kanada di pertandingan sepak bola. Itu membuat saya menangis,” ujarnya.

Seorang penggemar bernama Harry mengenang masa kecilnya di tahun 1990-an, ketika suporter Kanada justru minoritas di laga kandang. “Sekarang luar biasa melihat berapa banyak fans yang datang ke AS. Semoga energi ini bisa meningkatkan popularitas sepak bola di rumah,” katanya. Suporter lain, Sean, berharap popularitas ini meluas ke kota-kota kecil yang biasanya lebih identik dengan hoki es.

Hambatan Berikutnya: Hadapi Raksasa Sepak Bola

Setelah sukses melaju ke 16 besar, Kanada harus bersiap menghadapi lawan berat: Belanda atau Maroko. Maroko kini menempati peringkat keenam dunia, sementara Belanda duduk di peringkat ketujuh. Meskipun di atas kertas bukan lawan mudah, keyakinan tim bisa menjadi faktor penentu. Marsch menyebut laga ini sebagai “free hit” atau kesempatan tanpa beban untuk membuktikan kemampuan.

“Target saya di turnamen ini, selain menginspirasi bangsa, adalah bisa bertemu dengan salah satu raksasa dunia. Maroko adalah raksasa modern, Belanda adalah tradisional. Kami akan mengejar kemenangan,” tegas Marsch. Dengan semangat yang sudah melampaui ekspektasi, Kanada layak diperhitungkan sebagai tim kejutan yang bisa mengganggu papan atas.

Kesimpulan: Awal Era Baru Sepak Bola Kanada

Apapun hasil selanjutnya, perjalanan Kanada di Piala Dunia 2026 telah mengubah wajah sepak bola di negara itu selamanya. Dari tim yang sebelumnya hanya pelengkap, kini mereka menjadi kebanggaan dan inspirasi. Sepak bola bukan lagi sekadar olahraga pinggiran di Kanada; ia mulai bersinar di tengah dominasi hoki es. Dengan fondasi yang kuat dan kepercayaan diri yang terus tumbuh, masa depan sepak bola Kanada tampak semakin cerah.