Mary Fowler absen dari dua pertandingan uji coba Timnas Australia (Matildas) melawan Jerman dan Haiti. Penyerang Manchester City itu ditarik dari jendela pertandingan internasional Oktober karena alasan pribadi, sebagaimana diumumkan Football Australia pada Selasa pagi. Sebagai gantinya, gelandang Charlton, Leah Davidson, dipanggil masuk untuk mengisi kekosongan di skuad.
Keputusan ini menjadi pukulan tersendiri bagi pelatih Joe Montemurro, karena Fowler berusia 23 tahun dan sedang berada dalam performa terbaiknya di level klub. Ia digadang-gadang memainkan peran sentral di kedua laga tersebut sebagai pemain penyerang paling kreatif yang dimiliki Australia saat ini. Situasi bertambah rumit karena Matildas juga sudah kehilangan gelandang bintang Kyra Cooney-Cross pada jendela pertandingan kali ini.
Alasan di Balik Absennya Mary Fowler
Football Australia menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa Fowler ditarik dari jendela internasional Oktober. Menurut federasi tersebut, keputusan itu diambil setelah melalui pembicaraan antara Fowler, Manchester City, dan staf Matildas. Federasi tidak merinci lebih jauh bentuk alasan pribadi yang dimaksud, sehingga detailnya tetap tertutup untuk publik.
Sejumlah konteks di luar lapangan ikut mengiringi kabar ini. Pasangan Fowler, pemain NRL Nathan Cleary, tengah menjalani pemulihan di Australia setelah mengalami cedera pergelangan kaki yang cukup parah. Cedera itu terjadi saat Panthers kalah dari Knights di final pendahuluan, dan Cleary juga telah menjalani operasi untuk mengatasi retak stres pada kaki kanannya. Ia pun menghadapi masa pemulihan yang panjang sebelum bisa kembali bermain.
Meski demikian, tidak ada pernyataan resmi yang secara langsung mengaitkan absennya Fowler dengan kondisi pasangannya tersebut. Rekan setimnya, Hayley Raso, bahkan mengaku belum sempat berbicara dengan Fowler dan baru mengetahui kabar itu dari pengumuman tim. “Saya belum bicara dengan Mary. Saya baru tahu beritanya sendiri,” ujar Raso.
Siapa Leah Davidson, Pengganti Fowler
Nama Leah Davidson muncul sebagai pengganti setelah ia mencatatkan perkembangan menarik di level klub. Gelandang berusia 25 tahun itu baru saja berpindah dari Melbourne City ke Charlton Athletic, klub yang promosi ke kasta teratas sepak bola Inggris. Langkah tersebut menjadi batu loncatan yang mengantarkannya kembali ke radar tim nasional.
Sejak debutnya pada 2024, Davidson telah mengumpulkan empat penampilan bersama Matildas dan menyumbang satu gol. Jumlah caps itu memang belum banyak, tetapi kehadirannya memberi Montemurro tambahan opsi di lini tengah yang sedang kehilangan Cooney-Cross. Raso menyambut baik kehadiran Davidson di kamp latihan dan berharap sang pemain cepat beradaptasi.
“Mary pemain yang sangat berharga bagi tim kami, jadi sedih rasanya dia tidak ada di kamp ini. Dia harus mengurus beberapa urusan pribadi, dan kami senang Leah ada di sini serta menantikan Mary kembali ke tim,” kata Raso menambahkan.
Dampak Absennya Fowler bagi Lini Serang Matildas
Kehilangan Fowler menyisakan pekerjaan berat bagi Montemurro dalam meracik serangan. Sebagai pemain yang dianggap paling kreatif di lini depan Australia, Fowler biasanya menjadi penghubung antara lini tengah dan penyerang, sekaligus pembuka ruang bagi rekan-rekannya. Tanpa dirinya, Matildas perlu mencari pola alternatif agar produktivitas gol tetap terjaga di dua laga penting.
Penyerang Holly McNamara menilai skuad sudah terbiasa dengan perubahan komposisi pemain. Ia menekankan bahwa di level tim nasional, waktu berkumpul sangat singkat sehingga adaptasi menjadi keharusan. Menurutnya, setiap pemain yang masuk harus langsung memahami peran dan tugasnya tanpa banyak waktu penyesuaian.
“Kami sudah terbiasa dengan pemain yang keluar-masuk belakangan ini. Apalagi di tim nasional, waktunya tidak banyak, biasanya sekitar 10 hari dalam satu kamp,” ujar McNamara. “Kamu harus cepat beradaptasi dengan pemain baru karena memang tidak ada waktu untuk duduk menunggu. Siapa pun yang ada di tim cepat memahami itu, dan semoga kami bisa melakukannya pekan ini.”
McNamara sendiri datang dengan modal kepercayaan diri setelah menyelesaikan kepindahannya dari Melbourne City ke Everton. Momentum itu bisa menjadi kesempatan baginya untuk mengambil porsi menit bermain lebih besar selama Fowler absen.
Ujian Berat Kontra Jerman dan Haiti
Dua laga yang menanti bukan pertandingan sembarangan. Matildas akan menghadapi Jerman di Karlsruhe pada Sabtu waktu Australia Timur, lalu melawan Haiti di Chambly pada Rabu pekan berikutnya. Keduanya menjadi persiapan penting menuju Piala Dunia tahun depan, sehingga hasil dan performa di lapangan sama-sama berpengaruh terhadap arah pembinaan tim.
Jerman menempati peringkat ketiga dunia dan menjadi lawan yang menakutkan bagi lini pertahanan mana pun. Sementara Haiti, meski berada di peringkat 47 dunia, memiliki Melchie Dumornay, mantan rekan setim Ellie Carpenter di Lyon yang kini dianggap salah satu penyerang terbaik dunia. Kombinasi dua lawan dengan karakter berbeda ini sejalan dengan keinginan Montemurro menguji timnya menghadapi beragam tipe permainan.
Menariknya, hampir seluruh pemain dalam skuad Matildas kali ini berkarier di luar negeri. Satu-satunya pengecualian adalah kiper Melbourne Victory, Courtney Newbon. Selain Newbon, ada Hana Lowry dan Tori Tumeth yang melengkapi daftar pemain tanpa caps di skuad, sehingga jendela pertandingan ini juga menjadi ajang bagi mereka untuk membuktikan diri.
Konteks Lebih Luas: Rotasi Pemain dan Persiapan Jangka Panjang
Absennya Fowler menambah panjang daftar pemain inti yang harus bergantian masuk dan keluar skuad dalam beberapa waktu terakhir. Pola ini bukan hal baru di sepak bola putri internasional, di mana jadwal klub yang padat sering berbenturan dengan agenda tim nasional. Klub-klub besar seperti Manchester City punya kepentingan menjaga kondisi pemainnya, sementara federasi ingin pemain terbaiknya selalu tersedia.
Karena itu, kemampuan Montemurro merotasi skuad menjadi kunci. Uji coba melawan Jerman dan Haiti memberi ruang bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kualitas sekaligus memperkaya kedalaman bangku cadangan menjelang turnamen besar. Jika para pemain pengganti mampu tampil meyakinkan, Matildas bisa memetik manfaat jangka panjang dari situasi yang awalnya terlihat merugikan.
Di sisi lain, kembalinya Fowler ke tim tetap menjadi harapan besar. Dengan performanya yang sedang menanjak bersama Manchester City, ia diprediksi tetap menjadi bagian penting dari rencana Australia menuju Piala Dunia. Namun untuk saat ini, fokus tim harus tertuju pada siapa pun yang tersedia di kamp latihan.
Penutup
Absennya Mary Fowler akibat alasan pribadi membuat Matildas kehilangan salah satu pemain paling kreatifnya di dua laga uji coba melawan Jerman dan Haiti. Kehadiran Leah Davidson sebagai pengganti, ditambah absennya Kyra Cooney-Cross, memaksa Montemurro menyusun ulang lini tengah dan depan dalam waktu singkat. Para pemain yang tersisa menegaskan bahwa rotasi bukan hal baru dan mereka siap beradaptasi cepat.
Terlepas dari situasi ini, dua pertandingan tersebut tetap menjadi tolok ukur penting bagi persiapan Australia menuju Piala Dunia tahun depan. Bagaimana Matildas merespons kehilangan pemain kunci akan menunjukkan seberapa dalam kualitas skuad yang mereka miliki.
