Preview Liverpool 2026-27: Ujian Pertama Andoni Iraola

Preview Liverpool untuk Premier League 2026-27 kali ini menghadirkan cerita besar. Andoni Iraola resmi menggantikan Arne Slot yang dipecat setelah musim lalu The Reds finis di peringkat kelima. Rata-rata prediksi penulis Guardian menempatkan Liverpool di posisi keempat musim ini.

Kedatangan Iraola menjadi salah satu perubahan terbesar di Anfield dalam beberapa tahun terakhir. Pelatih asal Basque itu direkrut dari Bournemouth, klub yang berhasil ia bawa lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kali dalam sejarah. Ia juga sempat diminati AC Milan, Bayer Leverkusen, dan Crystal Palace sebelum akhirnya memilih Liverpool.

Soccer Football – Premier League – Nottingham Forest v AFC Bournemouth – The City Ground, Nottingham, Britain – May 24, 2026 AFC Bournemouth manager Andoni Iraola salutes their fans after his last match for the club Action Images via Reuters/Craig Brough EDITORIAL USE ONLY. NO USE WITH UNAUTHORIZED AUDIO, VIDEO, DATA, FIXTURE LISTS, CLUB/LEAGUE LOGOS OR ‘LIVE’ SERVICES. ONLINE IN-MATCH USE LIMITED TO 120 IMAGES, NO VIDEO EMULATION. NO USE IN BETTING, GAMES OR SINGLE CLUB/LEAGUE/PLAYER PUBLICATIONS. PLEASE CONTACT YOUR ACCOUNT REPRESENTATIVE FOR FURTHER DETAILS..

Prospek Liverpool di Musim 2026-27

Iraola tidak perlu dibujuk lama ketika Liverpool datang menawarinya kursi pelatih. Dalam perkenalan resminya, ia mengaku mendapat gambaran jujur dari pemilik klub. “Ketika saya datang ke sini, pemilik mengatakan semuanya tidak sempurna,” ujar Iraola. “Mereka bilang akan ada tantangan, kami harus mengganti pemain-pemain penting yang pergi, ada cedera, tetapi kami di sini untuk menyelesaikan masalah-masalah semacam itu.”

Validasi atas strategi rekrutmen mahal musim panas lalu, memulihkan kepercayaan penggemar Anfield, dan membangun kembali tim di lingkungan yang tidak sabar menjadi pekerjaan rumah tambahan baginya. Liverpool tergoda oleh gaya bermain Iraola, tetapi kemampuannya mundur selangkah dan memecahkan masalah juga menjadi daya tarik tersendiri. Musim lalu, ia tetap membawa Bournemouth ke Eropa meski kehilangan sebagian besar lini pertahanan pada musim panas dan Antoine Semenyo pada Januari.

Slot, pendahulunya, digempur tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya musim lalu. Termasuk meninggalnya Diogo Jota dan upaya Mohamed Salah merusak wibawa manajernya di depan publik, sehingga ia kehilangan arah. Seberapa besar kemunduran musim lalu menjadi tanggung jawab Slot akan terjawab dalam beberapa bulan ke depan.

Mirip dengan Slot pada 2024, Iraola mewarisi talenta individu yang kaya. Namun, berbeda dari pendahulunya, ia memulai dari basis yang lebih rendah dalam membangun tim. Dengan kepergian Salah dan belum ada penggantinya, beban kini bertumpu pada Florian Wirtz dan Alexander Isak untuk tampil setelah musim debut yang mengecewakan. Wirtz telah ditempatkan tepat di belakang Isak pada pramusim dan tanda-tanda awalnya cukup menjanjikan. Opsi lini tengah utama terbilang kuat, sementara kontrak baru Dominik Szoboszlai selama lima tahun menghilangkan satu distraksi.

Pertanyaan masih tersisa soal ancaman dari sisi sayap, sumber daya pertahanan, dan kepemimpinan di dalam tim. Namun, setelah bekerja keras mewujudkan momen ini sepanjang karier kepelatihannya, Iraola diyakini percaya diri bisa menemukan jawabannya. Pramusim menjadi ajang pembuktian awal bagi filosofi yang ia bawa.

Situasi di Luar Lapangan

Berbeda dengan musim panas lalu, terjadi lebih banyak gejolak di belakang layar. Liverpool berganti pelatih, Michael Edwards hengkang dari posisi chief executive of football milik pemilik, Fenway Sports Group, dan direktur olahraga Richard Hughes diperkirakan menyusul setelah bursa transfer ditutup. Namun, satu isu mendominasi pemberitaan.

Isu tersebut adalah kedatangan pendiri Amazon Jeff Bezos, salah satu pendiri Facebook Eduardo Saverin, dan Amit Bhatia, menantu taipan baja India Lakshmi Mittal, sebagai bagian dari konsorsium yang membeli 30 persen saham Liverpool senilai £1,65 miliar. Fakta bahwa beberapa orang terkaya di dunia membeli Liverpool menggarisbawahi daya tarik klub secara komersial maupun lainnya. Namun, selain Bhatia menjadi wakil ketua di dewan yang diperluas, masih belum jelas apa arti kesepakatan ini bagi klub dan para penggemarnya.

Hubungan Pemilik dan Suporter

Kebiasaan FSG membuat jengkel lalu meredakan kemarahan penggemar kembali terjadi musim lalu. Saat itu, mereka membatalkan rencana mengunci kenaikan harga tiket selama tiga tahun. Pemilik sempat berterima kasih kepada suporter karena mau berdialog setelah protes meluas.

Namun, kini ada percakapan yang lebih berat menyusul kesepakatan dengan konsorsium 1892 Holdings. Spirit of Shankly, serikat suporter Liverpool, dalam surat terbuka melontarkan sejumlah pertanyaan. Apakah ini bagian dari rencana penjualan yang lebih luas atau hanya sekali ini saja? Uji tuntas seperti apa yang dilakukan terhadap calon investor atau pemilik? Mereka juga menyoroti rencana, alasan pembelian, serta keterlibatan konsorsium di olahraga atau bisnis lain.

FSG menegaskan kesepakatan itu bukan strategi keluar dari klub yang mereka beli seharga £300 juta pada 2010. Sebaliknya, langkah ini disebut akan membuka peluang bisnis global, teknologi, dan investasi yang lebih besar. Meski begitu, suporter tetap menunggu kejelasan lebih lanjut dari kesepakatan yang melibatkan nama-nama besar tersebut.

Andoni Iraola, Manajer Baru Liverpool

Setelah memecat Slot, tidak mengherankan Liverpool beralih ke pelatih yang menjanjikan gaya agresif dan menekan ke depan, gaya yang dirindukan Anfield musim lalu. Iraola, yang dibujuk dari Rayo Vallecano oleh Hughes ketika direktur olahraga Liverpool itu masih bekerja untuk Bournemouth, adalah satu-satunya kandidat yang dihubungi Liverpool. Transisi dari era Slot pun berlangsung cepat.

Pelatih berusia 44 tahun ini tidak memiliki gelar juara atau pengalaman kompetisi UEFA di CV-nya. Namun, rekam jejaknya yang konsisten meningkatkan tim dengan permainan menarik menjadikannya salah satu pelatih paling diburu musim panas ini. Buktinya, Bournemouth lolos ke Eropa untuk pertama kali dalam sejarah klub musim lalu.

Statistik Liverpool Musim Lalu

Liverpool menjalani kampanye yang aneh dan tidak konsisten pada 2025-26. Hanya Aston Villa dan Manchester City yang punya rentetan kemenangan Premier League lebih panjang musim lalu. Namun, hanya empat tim, termasuk Chelsea dan Tottenham, yang memiliki rentetan kekalahan lebih buruk.

Selain itu, rangkaian empat hasil imbang pada Januari hanya dilebihi Bournemouth dan Brentford. Iraola sendiri tak terkalahkan dalam 18 pertandingan liga terakhirnya musim lalu. Ia diharapkan membawa konsistensi serupa ke Liverpool.

Preview Liverpool: Rekrutan Andalan

Liverpool tentu berharap jawaban atas kebutuhan mereka adalah Bradley Barcola. Namun, harapan itu bergantung pada kesediaan Paris Saint-Germain menurunkan banderol penyerang asal Prancis tersebut. Sambil menunggu kelanjutan pengejaran itu, kedatangan pemain lain dari Ligue 1 bisa menjadi rekrutan terpenting Liverpool sejauh ini, yakni Jérémy Jacquet.

Kesepakatan senilai £55 juta yang bisa naik menjadi £60 juta diselesaikan dengan Rennes pada Februari. Kesepakatan itu terjadi hanya beberapa hari sebelum pemain berusia 21 tahun tersebut mengalami cedera bahu yang mengakhiri musimnya. Padahal, Liverpool sudah lama memburu bek tengah muda dengan potensi besar.

Pemulihan Jacquet memengaruhi pramusim pertamanya di Anfield. Meski minim pengalaman, ia dianggap sebagai solusi langsung untuk posisi yang selama ini bermasalah. Ia pun tampil impresif pada laga perdananya melawan Como.

Bintang Muda yang Siap Menonjol

Rio Ngumoha mungkin mendapat lebih banyak kesempatan tergantung pada hasil perburuan pemain sayap Liverpool. Namun, dari semua talenta muda yang tampil musim panas ini, tak ada yang lebih menonjol dibanding Trey Nyoni. Keduanya adalah bagian dari skuad utama Slot yang menipis musim lalu.

Keterlibatan Nyoni musim lalu hanya enam penampilan sebagai pemain pengganti di Premier League. Ia juga mencatat delapan penampilan di ajang piala. Namun, pramusim ini ia tampil berbeda.

Pemain berusia 19 tahun itu langsung terlihat nyaman dengan instruksi Iraola untuk umpan-umpan cepat ke depan dari lini tengah. Ia juga berani mengambil tanggung jawab. Nyoni menghadapi persaingan ketat untuk masuk tim utama, tetapi ia tampaknya siap naik kelas.

Dampak Piala Dunia

Pramusim pertama sangat penting bagi pelatih baru. Namun, liburan pasca-Piala Dunia membuat Iraola kehilangan delapan pemain saat Liverpool mulai berkumpul. Ia baru akan memiliki skuad lengkap selama tiga pekan sebelum musim dimulai melawan Newcastle, jika tidak ada cedera.

Turnamen tersebut membawa kepergian yang mengecewakan bagi sejumlah pemain Liverpool. Virgil van Dijk, Alisson, dan Florian Wirtz gagal melaju jauh di Piala Dunia. Namun, ada juga pengingat yang menyenangkan akan kualitas Alexis Mac Allister.

Mac Allister membantu Argentina mencapai final kedua berturut-turut. Ia bukan satu-satunya pemain yang kesulitan musim lalu. Namun, penampilannya musim panas ini menunjukkan betapa berpengaruhnya ia di lapangan.

Preview Liverpool musim 2026-27 ini pada akhirnya menjadi kisah tentang kesabaran, kepercayaan, dan pembuktian. Tantangan di dalam dan luar lapangan sama beratnya, mulai dari mengganti pemain kunci yang pergi, membangun kembali kepercayaan suporter, hingga memastikan investasi dari konsorsium baru berdampak positif bagi klub. Semua itu harus dijawab Iraola di tengah ekspektasi tinggi publik Anfield.

Jika Iraola mampu menghadirkan konsistensi seperti yang ia tunjukkan di Bournemouth, bukan tidak mungkin Liverpool kembali bersaing di papan atas. Namun, jalan menuju kebangkitan di Anfield tidak akan mudah. Kini semua mata tertuju pada sang manajer baru untuk membuktikan bahwa ia adalah pilihan yang tepat.