Gol Anton Stach Bungkam Nottingham Forest di Debut Glasner

Anton Stach kembali menunjukkan taringnya sebagai eksekutor tendangan bebas. Gol langsung dari situasi bola mati di menit-menit akhir memastikan Leeds United membawa pulang tiga poin dari kandang Nottingham Forest. Hasil ini sekaligus merusak pesta debut Oliver Glasner sebagai pelatih kepala anyar The Reds.

Bagi Stach, gol ini makin mempertegas reputasinya sebagai spesialis tendangan bebas di Premier League. Musim lalu, hanya Dominik Szoboszlai yang melampaui catatan tiga gol tendangan bebas langsung milik Stach. Menariknya, salah satu gol serupa Stach juga pernah bersarang ke gawang tim asuhan Glasner, yakni Crystal Palace.

Gol Tendangan Bebas Anton Stach di Menit Akhir

Stach melepaskan tendangan bebas kaki kanan yang melengkung indah, bola bersarang di tiang dekat Matz Sels saat waktu normal tersisa sekitar dua menit. Lesakan ini menggenapi persiapan pramusim Leeds yang nyaris sempurna dengan musim panas yang sibuk dan belanja pemain mahal. Kemenangan ini pun terasa manis dan dramatis bagi pendukung The Whites.

Bagi Stach, gol ini menambah koleksi tendangan bebas langsungnya di kompetisi kasta tertinggi Inggris. Musim lalu hanya Dominik Szoboszlai yang melampaui catatan tiga gol free kick Stach. Uniknya, salah satu gol tendangan bebas Stach tersebut juga pernah bersarang ke gawang Crystal Palace yang kala itu ditangani Oliver Glasner.

Debut Pahit Oliver Glasner Bersama Nottingham Forest

Beberapa menit sebelum kick-off, publik City Ground menyambut era baru dengan hadirnya Oliver Glasner dari terowongan pemain. Pelatih asal Austria itu menjadi juru taktik kelima Forest dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan. Namun harapan besar itu berubah menjadi kekecewaan setelah penampilan timnya kurang meyakinkan dan dihukum gol Stach di menit akhir.

Glasner enggan larut dalam kekecewaan. Ia menegaskan tidak mungkin datang dengan staf barunya lalu tiba-tiba membuat tim bermain seperti Real Madrid era 70-an. “Penampilan kedua tim cukup normal untuk laga pembuka setelah jeda panjang,” katanya. “Ini juga bukan waktunya untuk menundukkan kepala ke pasir.”

Forest sebenarnya masih punya peluang cepat untuk memperbaiki keadaan karena Leeds akan kembali bertandang dalam laga ulangan Carabao Cup pada Selasa. Konteks lain yang perlu diingat, Nuno Espírito Santo-lah yang menangani Forest saat mereka mengalahkan Brentford di laga pembuka musim lalu. Artinya, hasil buruk di pekan pertama bukanlah vonis akhir bagi Glasner.

Daniel Farke dan Kepercayaan Penuh kepada Anton Stach

Daniel Farke mengaku selalu tak menyangka dengan ulah Stach di luar lapangan. Beberapa hari sebelumnya, gelandang asal Jerman itu bahkan meluncurkan burger di sebuah restoran pusat kota untuk menggalang dana amal. “Dia orang yang agak aneh dan gila,” kata Farke sambil menyinggung aksi amal sang pemain.

Namun soal tendangan bebas, Farke menaruh kepercayaan penuh kepada Stach. “Saya berharap ketika dia berdiri di bola mati, dia bisa melakukan sesuatu yang spesial. Dia melakukannya berulang kali,” ujarnya. Musim lalu Farke mengaku tak pernah terpikir menjadikan Stach eksekutor andalan, tetapi kini segalanya berubah total.

Dampak Kemenangan bagi Leeds dan Evaluasi untuk Forest

Leeds tampil dominan dan selalu terlihat lebih mengancam sepanjang laga. Harry Wilson sempat mencetak gol debut yang dianulir karena offside setelah memanfaatkan umpan dorong Jayden Bogle. Pada babak kedua, kiper Forest Matz Sels juga harus bekerja keras menepis sundulan Tarik Muharemovic, rekrutan anyar seharga 34 juta pound yang baru pertama tampil.

Di kubu Forest, keputusan Glasner cukup mengejutkan. Ia membiarkan rekrutan marquee Ousmane Diomande di bangku cadangan dan baru memasukkan Xaver Schlager di akhir laga sebagai pengganti James McAtee. Chris Wood yang masuk dari bangku juga gagal memanfaatkan peluang emas setelah tembakan pertamanya melebar dari umpan defleksi Morgan Gibbs-White.

Euforia pendukung Leeds di tribun tandang pun tak terbendung ketika setiap pemain outfield ikut merayakan gol kemenangan. Sementara itu, sejumlah penonton tuan rumah mulai meninggalkan stadion lebih awal. Situasi ini menunjukkan betapa besar tekanan yang kini mengintai Glasner di periode awalnya bersama Forest.

Strategi Bola Mati yang Jadi Andalan Leeds

Musim lalu hanya Arsenal dan Manchester United yang mencetak lebih banyak gol dari situasi bola mati dibanding Leeds. Meski begitu, Farke menepis anggapan bahwa set piece kini menjadi prioritas yang lebih penting dari sebelumnya. “Tidak ada satu tim pun yang memenangi Piala Dunia tanpa gol dari set piece,” tegas pelatih asal Jerman itu.

Farke mengingat momen Jerman 12 tahun lalu di perempat final yang berjalan buruk melawan Prancis, sebelum sundulan Mats Hummels mengubah jalannya laga. Ia juga memuji eksekutor legendaris seperti Juninho yang punya kurva bola gila. “Tendangan Anton memang tidak seindah milik Juninho, tetapi betul-betul efektif dan saya sangat menyukainya,” ujarnya.

Kemenangan dramatis ini memberi Leeds modal percaya diri besar untuk menjalani musim yang penuh ambisi. Sementara Nottingham Forest wajib segera berbenah sebelum menjamu Leeds lagi di Carabao Cup. Pertemuan ulang itu akan menjadi ujian nyata sejauh mana Glasner mampu membangkitkan timnya dalam waktu singkat.