FIFA Resmi Buka Proses Disipliner terhadap Timnas Argentina
FIFA telah memulai proses disipliner terhadap Argentina terkait perilaku para pemain dan staf pelatihnya setelah kekalahan di final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Langkah ini diambil setelah insiden panas terjadi di New York New Jersey Stadium pada Juli lalu.
Badan sepak bola dunia itu menunjuk seorang jaksa disipliner dan etik untuk menyelidiki kejadian pasca-pluit akhir pertandingan. Dalam laporan tersebut, sejumlah pemain Argentina dan ofisial terlibat dalam bentrokan fisik dengan pemain Spanyol setelah kekalahan 1-0.
Pemain dan Pelatih yang Diselidiki
Atas rekomendasi jaksa, FIFA resmi menyelidiki beberapa individu dalam proses disipliner FIFA kepada Argentina ini. Nahuel Molina menghadapi dua tuduhan, Leandro Paredes tiga tuduhan, dan asisten pelatih Roberto Ayala satu tuduhan atas dugaan penyerangan berdasarkan Pasal 14 kode disiplin FIFA.
Selain itu, Molina juga berpotensi dikenai sanksi atas satu tuduhan perilaku tidak sportif menurut pasal yang sama. Rekan setimnya, Thiago Almada, serta gelandang Spanyol Gavi juga dituduh melanggar ketentuan serupa.
Ancaman Sanksi Berat bagi Pelaku
Berdasarkan kode disiplin FIFA, pemain dan ofisial yang terbukti melakukan tindakan tidak sportif setidaknya akan menjalani skorsing satu pertandingan. Sementara untuk tuduhan penyerangan, hukumannya minimal tiga pertandingan larangan bermain.
Asosiasi Sepak Bola Argentina Juga Terancam Sanksi
Tak hanya individu, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga menjadi pihak yang diproses dalam proses disipliner Argentina FIFA ini. AFA diduga melanggar aturan di beberapa pertandingan selama turnamen, antara lain:
- Pasal 13: menggunakan acara olahraga untuk demonstrasi non-olahraga
- Pasal 14: perilaku tidak tertib tim
- Pasal 15: diskriminasi dan pelecehan rasis
- Pasal 17: melanggar ketertiban dan keamanan di pertandingan
Pelanggaran terakhir terkait dengan nyanyian dan gestur diskriminatif, keterlambatan kick-off, pemasangan pesan tidak pantas oleh tim dan penonton, serta lemparan benda dari tribun.
Kontroversi Spanduk Kepemilikan Falkland
Kasus lain yang mencuat adalah saat para pemain Argentina merayakan kemenangan semifinal atas Inggris dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” (Kepulauan Falkland adalah milik Argentina). Tindakan ini dinilai sebagai demonstrasi non-olahraga yang melanggar aturan FIFA.
Kesimpulan: Proses Disipliner Berpotensi Berdampak Besar
Dengan dibukanya proses disipliner terhadap Argentina, FIFA menunjukkan komitmennya untuk menegakkan aturan dan menjaga sportivitas di ajang Piala Dunia 2026. Baik pemain, ofisial, maupun federasi Argentina kini harus menghadapi konsekuensi serius atas serangkaian insiden yang terjadi. Keputusan akhir masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari jaksa disipliner FIFA.
